Kemarin pertama kalinya saya mendapatkan kesempatan untuk liputan event bersama teman-teman blogger. Saya tidak ingin melepaskan kesempatan langka ini dan akhirnya saya memutuskan untuk menitipkan Wening kepada Mama saya. Sebelum saya memutuskan hal ini, saya sempat ragu. Selama ini saya tidak pernah meninggalkan Wening. Saya selalu mengajak Wening kemana pun saya pergi. Kalaupun harus saya tinggal, saya tidak pernah meninggalkannya terlalu lama. Maka dari itu, sebelum memutuskan untuk menitipkan Wening saya terlebih dahulu mempertimbangkan dan melakukan beberapa hal.
Pertimbangan Saat Memutuskan untuk Menitipkan Anak
Saya mulai berani untuk menitipkan Wening karena saya rasa dia sudah cukup besar dan mengerti. Wening juga sudah tidak meminum ASI lagi sehingga dia tidak akan mencari-cari saya ketika butuh ASI. Selain itu, ia sudah tidak terlalu rewel apabila harus saya tinggal walaupun cuma sebentar. Dulu setiap saya tinggal sebentar ke kamar mandi saja, dia harus ikut atau melihat langsung.
Menanyakan Pendapat Anak
Salah satu hal yang membuat saya yakin adalah ketika saya menanyakan ke Wening tentang saya harus bekerja sehari saja dan menitipkan Wening ke Mama, dia menjawab "Iya. Nggak apa-apa". Berkali-kali saya menanyakan hal yang sama dan dia menjawab dengan jawaban yang sama. Bahkan dia sempat memeluk saya seakan meyakinkan bahwa memang dia benar-benar tidak apa-apa. Beberapa orang tua mungkin lebih memilih untuk membohongi anaknya, misalnya "Ibu pergi sebentar ya. Nanti kembali lagi" atau "Ibu cuma pergi ke depan". Tapi menurut saya, itu bukanlah hal yang baik. Anak akan merasa tidak percaya lagi nantinya dan anak juga akan marah ketika sadar orang tuanya tidak kunjung pulang.
Memberikan Sounding Kepada Anak
Selain menanyakan pendapat Wening, saya juga memberikan sounding kepada Wening agar ia pintar dan tidak rewel ketika saya tinggalkan. Saya juga menambahkan bahwa dia harus menunggu saya hingga saya jemput sore harinya. Saya mengatakan saya akan kemana dan melakukan apa saja termasuk juga pulang jam berapa sehingga ia tidak perlu menunggu saya. Oleh karena itu, akhirnya ia pun bermain dan tidak mencari saya hingga sore tiba. Saya berusaha memberikan rasa percaya kepada Wening sehingga ia pun percaya kepada saya.
Sounding dan pertanyaan tidak hanya sekali dua kali saya katakan. Saya mengatakannya berkali-kali bahkan ketika dia mau tidur dan sebelum tidur. Sehingga ia pun ingat bahwa ia akan saya tinggal sehari. Dia juga paham kalau dia akan bersama Mama saya. Ketika saya pulang dan menjemput Wening, saya dan suami memeluk dia dan mengapresiasi Wening yang sudah bersikap baik dan tidak rewel selama saya tinggalkan. Saya juga memberikan dia oleh-oleh sebagai bentuk reward agar ia lebih merasa senang. Bisa jadi lain kali saya akan menitipkannya lagi setiap ada keperluan yang memang mendesak dan tidak bisa mengajak Wening. Tetapi saya akan tetap mengusahakan untuk mengajak dia kemana pun saya pergi. Kalau pun harus meninggalkannya lagi, saya akan tetap jujur dan melakukan hal yang sama.


2 Komentar
Aaaaah tetima kasih ibuk. Sungguh informatif sekali. Buat bahan belajar besok-besok kalau aku punya anak.
BalasHapusAh terima kasih jg berkat kamu jd punya motivasi nulis, dll.
Hapus