siap untuk kembali ke zona nyaman, ibuknyawening

Pagi ke pagi
ku terjebak di dalam ambisi
seperti orang - orang berdasi
yang gila materi rasa bosan
membukakan jalan mencari peran
keluarlah dari zona nyaman
(lirik lagu Zona Nyaman-Fourtwnty)

Bisa jadi zona nyaman bagi orang-orang adalah tetap bekerja di perusahaan yang rutin memberikan gaji. Namun bagi saya, itu bukanlah zona nyaman saya. Berbeda dengan Fourtwnty yang menyerukan untuk keluar dari zona nyaman, saya justru beralih ke zona nyaman saya yang selama ini saya pendam dalam-dalam, yaitu bidang tulis-menulis.

Sebenarnya sudah lama saya memendam hobi menulis saya yang sedari kecil memang sangat saya sukai. Banyak faktor yang akhirnya membuat saya memutuskan berhenti menulis. Bisa jadi karena rasa pesimis yang saya rasakan setelah banyak dari pihak keluarga atau kerabat terdekat yang meragukan hobi saya ini apakah bisa menghasilkan nantinya. Selain itu, saya juga merasa minder setelah membaca beberapa karya teman saya yang kualitasnya jauh di atas saya. Saat itu kebetulan saya juga disibukkan dengan perkualiahan, tugas-tugas, dan online shop yang sedang saya rintis.

Setelah menikah, sebenarnya keinginan untuk menulis kembali lagi. Hal ini bisa jadi muncul karena saya mulai mengikuti latihan kepenulisan yang diwajibkan kantor saya pada saat itu. Saya sempat ingin menulis tentang pernikahan saya, sharing tentang hal-hal yang saya alami. Berharap bisa bermanfaat bagi orang lain. Setelah saya dinyatakan hamil, saya pun masih memiliki keinginan untuk sharing tentang pengalaman kehamilan saya namun mood saya yang naik turun waktu itu membuat saya tidak bersemangat untuk menulis. Bahkan ketika saya sudah melahirkan Wening, waktu saya seakan habis untuk mengurus anak, berjualan online, dan juga membuat pesanan design.

Bulan Juli kemarin lebih tepatnya saya merasa penjualan saya mulai menurun, pesanan design saya mulai sepi, dan Wening sudah berhasil menyapih sehingga tidak terlalu bergantung kepada saya. Pada saat itulah saya harus membantu mengurus berkas kelulusan salah satu teman saya. Saya beberapa kali harus datang ke kampus. Di salah satu kesempatan saya membuat janji bertemu dengan teman saya di kampus. Namanya Ria. Dia salah satu teman saya sedari SMA yang memiliki hobi yang kurang lebih sama. Kami satu ekstrakulikuler saat SMA, satu organisasi saat kuliah juga. Pada kesempatan tersebut, tidak sengaja kami bertemu dengan salah satu teman kuliah kami. Dari sanalah kami berbincang-bincang tentang segala hal termasuk dunia tulis-menulis yang sebenarnya bisa sangat menjanjikan dan berhubungan dengan jurusan kami pada saat kuliah dulu. Sama halnya dengan teman-teman saya, saya tidak ingin ilmu saya berakhir begitu saja. Saya melihat beberapa teman saya berhasil meraih keinginan yang bisa dikatakan sangat besar. Saya pun termotivasi untuk menulis kembali. Keinginan saya untuk menulis pengalaman pribadi saya di blog akhirnya saya lakukan. Saya memiliki keinginan untuk rutin menulis apapun yang ingin saya bagikan kepada orang lain dengan harapan yang sama. Saya ingin hobi menulis saya bisa menjadi pekerjaan yang bisa memberikan kebahagiaan bagi saya. Hal ini didukung penuh oleh suami saya yang juga satu jurusan dengan saya saat perkuliahan dulu.

Melalui pertemuan tersebut, saya jadi memiliki semangat yang tinggi untuk menulis. Betapa sebuah pertemuan dan obrolan yang tidak terduga bisa mengubah saya. Saya yang awalnya pesimis dan tidak bersemangat akhirnya berubah menjadi orang yang sangat bersemangat melakukan segala hal yang memang menjadi zona nyaman saya. Saya ingin belajar semuanya dari awal. Kembali melakukan semua hal yang saya sukai, mencari titik zona nyaman saya yang dulunya memang selalu bisa membuat saya bahagia. Sekarang saya merasakannya. Semangat yang menggebu-gebu dan rasa bahagia karena menemuka zona nyaman yang selama ini saya pendam dalam-dalam. Saya ingin bertemu dengan banyak orang, mengobrol dengan mereka, dan berbagi apapun yang bisa jadi dapat mengubah saya menjadi lebih baik lagi.

Hampir sebulan saya rutin menulis di blog saya. Dukungan penuh diberikan oleh suami saya. Suami saya rutin membaca dan mengkritik tulisan saya. Dia juga yang rela membenahi tata letak blog saya sesuai keinginan saya bahkan dia juga yang membelikan domain .com untuk blog saya. Dukungan itulah yang membuat saya semakin semangat. Selain dukungan dari suami, pembaca yang mulai memberikan komentar atau pesan lewat DM instagram, inbox FB maupun WA juga memberikan saya semangat menulis. Beberapa pembaca bahkan sharing perihal problem tentang anak yang sedang mereka hadapi. Saya sangat senang tulisan saya bisa bermanfaat bagi orang lain.
saya dan Ria berfoto dengan cosplayer setelah liputan, GLP 2019, cosplayer
saya dan Ria berfoto dengan cosplayer setelah liputan
Dari menulis blog inilah akhirnya kemarin saya sempat diberi tawaran oleh teman saya Ria untuk ikut meliput salah satu event games terbesar di Surabaya (baca selengkapnya Keseruan Acara Gamers Land Party (GLP) 2019 di Jatim Expo Surabaya). Tidak perlu berfikir panjang saya langsung mengiyakannya. Kesempatan tidak akan terulang dua kali dan saya tidak mau melewatkannya. Awalnya memang saya merasa ragu harus meninggalkan Wening untuk liputan ini. Tapi saya merasa Wening sudah mulai mengerti dan siap untuk saya tinggal untuk acara tertentu (baca selengkapnya Pengalaman Pertama Menitipkan Anak untuk Liputan Event).
blogger perempuan, GLP 2019
foto bersama teman-teman blogger perempuan
Pada saat liputan tersebut, saya bertemu beberapa penulis blog hebat yang sudah lama terjun di dunia penulisan blog. Selain itu, saya juga bertemu beberapa jurnalis dari media ternama. Saya sangat senang bisa berada di antara mereka. Pengalaman ini bisa dikatakan pengalaman pertama saya yang sangat berharga. Sepertinya sudah lama sekali saya tidak merasakan pengalaman baru seperti ini. Saya merasa kembali ke saya di jaman SMA saat mengikuti ekstrakurikuler Matras (Majalah Tetrasma). Saya menemukan zona nyaman saya kembali.
GLP 2019, media
breafing sebelum liputan dan pembangian pin
ibuknyawening, GLP 2019
saya di acara GLP 2019
Tulisan ini saya buat sebagai rasa terima kasih untuk teman-teman saya yang membawa dampak positif di setiap pertemuan dan obrolan yang bisa dikatakan acak dan bahkan tidak terduga. Semoga kita semua dapat kembali menemukan zona nyaman yang bisa membuat kita bersemangat dan menemukan kebahagiaan kita lagi karena kebahagiaan itu kita yang tentukan sendiri.