PT Freeport Indonesia (PTFI) merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang industri pertambangan yang sudah berdiri sejak tahun 1967. Perusahaan ini melakukan penambangan dan memproses bijih menghasilkan konsentrat yang mengandung tembaga, emas dan perak di dataran tinggi terpencil di Pengunungan Sudirman, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, Indonesia.
Tambang di kawasan mineral Grasberg, Papua, Indonesia ini merupakan salah satu deposit tembaga dan emas terbesar di dunia. Maka dari itu, perusahaan ini tentunya memiliki kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan juga komunitas lokal. Terbukti dari investasi yang diberikan PTFI dalam infrastruktur. PTFI telah memberikan investasi sekitar US$7,7 miliar dalam kurun waktu 45 tahun.
Bahkan sejak tahun 1996 PTFI telah berkomitmen untuk menyisihkan sebagian dari pendapatannya untuk kepentingan masyarakat setempat melalui Dana Kemitraan PTFI untuk pengembangan masyarakat. Dana Kemitraan ini dikelola dan disalurkan oleh sebuah organisasi yang bernama Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK).
Dilansir dari wikipedia, Freeport memberikan sumbangsih bagi negeri, diantaranya yaitu:
- Memberikan lapangan pekerjaan bagi sekitar 24.000 orang di Indonesia (karyawan PTFI terdiri dari 69,75% karyawan nasional, 28,05% karyawan Papua, serta 2,2% karyawan Asing).
- Memberikan penanaman investasi lebih dari USD 8,5 Miliar untuk membangun infrastruktur perusahaan dan sosial di Papua dengan rencana investasi yang signifikan di masa mendatang.
- Melakukan pembelian lebih dari USD 11,26 Miliar barang dan jasa domestik sejak tahun 1992.
- Memberikan kontribusi lebih dari USD 37,46 Miliar dalam kurun waktu empat tahun terakhir dan dijadwalkan untuk berkontribusi lebih banyak lagi terhadap pemerintah Indonesia hingga lebih dari USD 6,5 Miliar dalam waktu empat tahun mendatang dalam bentuk pajak, dividen, dan pembayaran royalti.
- Memberikan keuntungan finansial langsung ke pemerintah Indonesia dalam kurun waktu empat tahun terakhir sebanyak 59%, sisanya ke perusahaan induk (FCX) 41%. Keuntungan yang diberikan melebihi jumlah yang dibayarkan PTFI apabila beroperasi di negara-negara lain.
- Memberikan kajian LPEM-UI pada dampak multiplier effect dari operasi PTFI di Papua dan Indonesia di 2011: 0,8% untuk PDB Indonesia, 45% untuk PDRB Provinsi Papua, dan 95% untuk PDRB Mimika.
- Melakukan pembayaran pajak 1,7% dari anggaran nasional Indonesia.
- Melakukan pembiayaan lebih dari 50% dari semua kontribusi program pengembangan masyarakat melalui sektor tambang di Indonesia.
- Membentuk sekitar 0,8% dari semua pendapatan rumah tangga di Indonesia.
- Membentuk sekitar 44% dari pemasukan rumah tangga di provinsi Papua.
Tidak hanya bagi negeri, kontribusi Freeport untuk masyarakat juga sangat dirasakan dan berpengaruh bagi kehidupan masyarakat. Masyarakat di Papua terutama sangat diperhatikan baik dalam bidang kesehatan, infrastuktur, ekonomi, dan juga pendidikan. Freeport terus berusaha meningkatkan kualitas masyarakat di Papua.
Salah satu faktor penting yang kerap menjadi problem di Indonesia adalah masalah pendidikan. Pendidikan merupakan salah satu penentu kemajuan suatu bangsa. Bangsa yang maju merupakan bangsa yang memperhatikan pendidikan masyarakatnya. Melalui pendidikan yang merata, kapasitas masyarakat pun meningkat.
Tidak dapat dipungkiri beberapa kota di Indonesia terutama di Kabupaten Mimika masih memiliki tingkat pendidikan yang rendah. Rendahnya tingkat pendidikan ini disebabkan oleh terbatasnya akses dan fasilitas pendidikan bagi masyarakat di Kabupaten Mimika serta rendahnya tingkat kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan. Maka dari itu, PTFI dan Biro Pendidikan LPMAK melakukan program pengembangan masyarakat dalam bidang pendidikan sehingga putra-putri daerah bisa mendapatkan pendidikan yang layak. Sejak tahun 1996 hingga 2018, PTFI dan LPMAK telah memfasilitasi 11.000 siswa dalam program beasiswa mulai dari tingkat SD sampai dengan S3.

Salah satu faktor penting yang kerap menjadi problem di Indonesia adalah masalah pendidikan. Pendidikan merupakan salah satu penentu kemajuan suatu bangsa. Bangsa yang maju merupakan bangsa yang memperhatikan pendidikan masyarakatnya. Melalui pendidikan yang merata, kapasitas masyarakat pun meningkat.
Tidak dapat dipungkiri beberapa kota di Indonesia terutama di Kabupaten Mimika masih memiliki tingkat pendidikan yang rendah. Rendahnya tingkat pendidikan ini disebabkan oleh terbatasnya akses dan fasilitas pendidikan bagi masyarakat di Kabupaten Mimika serta rendahnya tingkat kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan. Maka dari itu, PTFI dan Biro Pendidikan LPMAK melakukan program pengembangan masyarakat dalam bidang pendidikan sehingga putra-putri daerah bisa mendapatkan pendidikan yang layak. Sejak tahun 1996 hingga 2018, PTFI dan LPMAK telah memfasilitasi 11.000 siswa dalam program beasiswa mulai dari tingkat SD sampai dengan S3.

Dalam mendukung peningkatan kualitas bagi siswa-siswi dari daerah terpencil, maka PTFI dan LPMAK mengelola lima asrama putra-putri di Timika. Salah satunya, yaitu Asrama Tomawin yang diperuntukan bagi anak-anak suku Amungme di dataran tinggi, Kabupaten Mimika. Sekolah berasrama ini dibangun untuk masyarakat yang ingin bersekolah tetapi memiliki kesulitan dalam menjangkau sekolah terdekat. Penerapkan pendidikan berpola asrama ini bertujuan untuk menanamkan sikap disiplin bagi siswa-siswi agar mereka memiliki kemandirian dan memiliki pola hidup teratur.

Tidak hanya melalui beasiswa dan pembangunan asrama, PTFI dan LPMAK juga melakukan peningkatan kurikulum, peningkatan kualitas tenaga pendidik, serta memperhatikan insfrastruktur pendidikan. PTFI menyiapkan sekolah berwawasan lingkungan atau ADIWIYATA melalui Program Pendidikan Lingkungan di sekolah-sekolah yang berada di Kabupaten Mimika.
Sebagai perusahaan di bidang industri pertambangan, PTFI tentunya juga membangun sebuah Institut Pertambangan untuk melatih putra dan putri asli Papua agar trampil menjadi pekerja tambang kelas dunia yang siap bersaing di dunia industri pertambangan.
Manfret Sedik dan Jener Duwit merupakan dua putra asli Papua yang telah merasakan program pendidikan dari PTFI. Mereka meraih gelar S1 Pertambangan dari ITB (Institut Teknologi Bandung) melalui program PBP (Papua Bridge Program) yang diselenggarakan oleh PTFI. Hal ini membuktikan bahwa kualitas putra-putri Papua mampu bersaing baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Bahkan mereka berkesempatan untuk melanjutkan sekolah ke luar negeri.

PTFI berkerjasama dengan AMINEF (American Indonesian Exchange Foundation) memberikan fasilitas untuk putra-putri terbaik di Papua untuk menimba ilmu di luar negeri. Di sana keterampilan kepemimpinan mereka juga ikut diasah.
Membicarakan perihal pendidikan, kita pastinya tidak bisa lepas dari pentingnya minat membaca di kalangan masyarakat terutama di kota terpencil yang akses untuk membaca bukunya terbatas. Dengan membaca, masyarakat bisa mendapatkan ilmu yang lebih banyak. Melalui buku, kita dapat mengetahui segala hal yang bahkan berada jauh dari kita. Di negara maju, minat baca masyarakat juga sangat diperhartikan. Peningkatan masyarakat dalam faktor pendidikan dimulai dari meningkatkan minat baca sejak kecil. Oleh karena itu, minat membaca di masyarakat Papua ikut diperhatikan.
Pada saat HUT ke-2 MIND ID, PTFI bersama NGO Hano Wene memberikan akses baca kepada anak didik di desa Tangma, Kabupaten Yahukimo. Sebanyak 1.700 buku disalurkan dari Jakarta menuju Wamena Selatan. Kegiatan membaca ini disalurkan juga ke Sarmi, Maybrat, dan Kaimana.
Pendidikan tidak memandang umur. Pendidikan harus didapatkan oleh semua orang hingga mereka dapat mandiri dan mencapai kesuksesan. Pendidikan dapat memberikan pengaruh positif baik untuk dirinya sendiri maupun untuk orang-orang di sekitarnya. Oleh karena itu, Freeport Indonesia sangat memperhatikan pendidikan di Papua agar masyarakat Papua bisa semakin maju sehingga berpengaruh positif juga ke tingkat ekonomi dan kehidupan mereka untuk ke depan.
Membicarakan perihal pendidikan, kita pastinya tidak bisa lepas dari pentingnya minat membaca di kalangan masyarakat terutama di kota terpencil yang akses untuk membaca bukunya terbatas. Dengan membaca, masyarakat bisa mendapatkan ilmu yang lebih banyak. Melalui buku, kita dapat mengetahui segala hal yang bahkan berada jauh dari kita. Di negara maju, minat baca masyarakat juga sangat diperhartikan. Peningkatan masyarakat dalam faktor pendidikan dimulai dari meningkatkan minat baca sejak kecil. Oleh karena itu, minat membaca di masyarakat Papua ikut diperhatikan.

Pendidikan tidak memandang umur. Pendidikan harus didapatkan oleh semua orang hingga mereka dapat mandiri dan mencapai kesuksesan. Pendidikan dapat memberikan pengaruh positif baik untuk dirinya sendiri maupun untuk orang-orang di sekitarnya. Oleh karena itu, Freeport Indonesia sangat memperhatikan pendidikan di Papua agar masyarakat Papua bisa semakin maju sehingga berpengaruh positif juga ke tingkat ekonomi dan kehidupan mereka untuk ke depan.



11 Komentar
Alhamdulillah š
BalasHapusMantap ... sukses trs ya.. dan ttp semangat . ..
BalasHapussemoga sukses say
BalasHapussemoga sukses yah.
BalasHapusterus maju jadi yg terbaik buat orng lin
Terima kasih untuk tulisan yg sangat indah ini. Terus berkarya.
BalasHapusKerenn
BalasHapusKerenn
BalasHapusWah ternyata ada banyak program freeport untuk anak papua ya
BalasHapusSemoga makin sejahtera saudara kita di ujung sana.
BalasHapusSemoga program2nya terus berlanjut.
Semoga masyarakat papua bisa sejahtera mendapat hak hak mereka dengan adil tanpa di usik oleh para tikus tikus koruptor
BalasHapusWah dengan adanya program pendidikan dari Freeport anak-anak Papua bisa terbantu, ya.
BalasHapus