Pengalaman Mengajak Anak Menonton Film di Bioskop Pertama Kali, ibuknyawening
Beberapa waktu yang lalu masyarakat sempat ramai memperdebatkan tentang anak yang dibawa ke bioskop. Banyak yang menjudge para orang tua yang membawa anak yang masih kecil untuk ikut menonton film di bioskop karena dirasa dapat mengganggu penonton lain. Beberapa orang berpendapat bahwa telinga anak belum mampu untuk mendengarkan suara sound bioskop yang cukup keras. Anak akan cenderung tidak betah dan rewel. Beberapa alasan tersebut akhirnya membuat saya mengurungkan niat saya untuk mengajak Wening nonton film di bioskop. Saya sempat ragu apakah Wening bisa tenang menonton di bioskop dan apakah penonton lain tidak akan merasa terganggu. Saya sempat berpikir untuk mencoba mengajak menonton. Saya berpikir apabila Wening rewel saya akan mengajak Wening keluar dari bioskop dan tidak melanjutkan menonton film. Tapi melihat harga tiket bioskop yang cukup mahal membuat saya agak ragu. Sayang sekali kalau harus menghabiskan uang dan tidak bisa menikmati film sampai habis. Saya pun memutuskan untuk bersabar dan menunggu Wening siap untuk diajak menonton film di bioskop.

Bertepatan dengan adanya promo tiket nonton film Warkop DKI Reborn kemarin (7/9/2019), saya memutuskan untuk mengajak Wening menonton bioskop (baca selengkapnya Film Warkop DKI Reborn, Akting Para Aktor yang Cukup Menghibur). Selain karena harga tiketnya yang sangat murah, saya juga merasa Wening sudah mulai mengerti dan tidak terlalu rewel apabila diajak kemana-mana. Beberapa hal telah saya siapkan sebelum mengajak Wening menonton di bioskop agar saya, suami, dan Wening bisa sama-sama menikmatinya.

Melihat Kesiapan Wening

Setelah Wening berumur dua tahun, Wening semakin bisa mengerti apabila saya berikan pengertian agar pintar dan tidak rewel. Dia juga bisa diajak berkomunikasi dua arah sehingga lebih mudah untuk memberikan pengertian kepadanya. Selain itu, saya juga mempertimbangkan perihal telinga anak yang katanya belum siap untuk mendengarkan suara dari sound bioskop. Sebenarnya dari awal saya tidak terlalu mempermasalahkannya. Sejak lahir, Wening sudah terbiasa mendengar sound keras dari tetangga yang sedang melakukan karaoke setiap hari. Volumenya pun bahkan bisa dibilang lebih keras dan lebih mengganggu daripada suara sound di bioskop. Wening sudah terbiasa dan tidak pernah terganggu. Ia tetap tidur nyenyak walaupun suara sound milik tetangga semakin keras. Jadi, pastinya dia juga tidak akan kaget dan rewel akibat mendengar suara sound bioskop.

Memilih Tempat Duduk yang Dekat dengan Jalan

Saat memesan tiket, saya mengusahakan untuk memilih tempat duduk yang dekat dengan jalan. Hal ini dapat memudahkan apabila sewaktu-waktu anak rewel, kita tidak akan terlalu mengganggu penonton lainnya. Selain itu, apabila anak ingin ke toilet kita juga tidak perlu repot untuk melewati tempat duduk penonton lain. Usahakan juga memilih tempat duduk yang lebih mudah dan cepat akses untuk keluar. Hal ini dilakukan agar kita tidak terlalu mengganggu penonton lain.

Memberikan Sounding Kepada Wening

Beberapa hari sebelum mengajak Wening menonton film di bioskop, saya selalu memberikan sounding kepada Wening. Saya memberitahu Wening kalau akan mengajaknya nonton bioskop. Saya berkali-kali memberitahu dia untuk tenang di tempat duduk sambil menikmati film dan tidak boleh rewel. Selain itu, saya juga bertanya kepada Wening bagaimana pendapat dia. Apakah dia mau diajak menonton film di bioskop. Apakah dia tidak apa-apa kalau diajak ke bioskop? Dia selalu menjawab mau dan tidak apa-apa. Biasanya kalau dia sudah memberikan jawaban sendiri seperti itu, dia akan berusaha untuk tidak rewel. Dia akan melakukan sesuai dengan yang ia katakan waktu itu. Pagi, siang, sore, dan bahkan malam hari sebelum tidur saya akan mengatakan dan menanyakan hal yang sama agar ia selalu ingat.

Tidur Sebelum Mengajak Ke Bioskop

Sebelum menonton film di bioskop, saya sudah mengajak Wening tidur terlebih dahulu agar nantinya dia tidak akan merasa mengantuk dan rewel. Biasanya salah satu hal yang membuat anak rewel adalah merasa lelah dan mengantuk. Apalagi pada saat itu film diputar jam tujuh malam. Biasanya jam delapan malam Wening sudah siap-siap untuk tidur. Tapi karena saya sudah mengajak dia tidur terlebih dahulu, dia pun tidak mengantuk. Ia pun sudah paham kalau akan diajak menonton di malam hari sehingga ia pun sudah merasa siap. Baru ketika perjalanan pulang ia tertidur pulas. Saya lihat selama menonton film dia merasa mengantuk dan agak bosan tapi dia menahannya karena sudah berjanji dan ingin sekali diajak menonton film di bioskop. Ini adalah pengalaman pertama bagi Wening.

Menyiapkan Cemilan, Susu, Selimut dan Hal yang Disukai

Sebelum berangkat ke bioskop, saya terlebih dahulu menyiapkan cemilan dan susu untuk Wening. Jadi, saya akan menyodorkan cemilan dan susu apabila sewaktu-waktu dia bosan. Saya tidak memberikannya langsung di awal karena cemilan dan susu akan saya berikan ketika dia bosan dan rewel saja. Saya takut apabila nanti ketika dia merasa bosan ia tidak mau lagi apabila ditawari cemilan karena sudah diberikan dari awal. Ternyata sampai filmnya habis, Wening tidak rewel. Sehingga saya baru memberikan ia susu ketika keluar dari bioskop karena ia juga baru meminta susu saat itu. Selain menyiapkan susu dan cemilan, saya juga menyiapkan selimut untuk berjaga-jaga apabila Wening merasa kedinginan. Gedung bioskop biasanya sangat dingin sehingga saya khawatir Wening akan kedinginan. Namun memang Wening merupakan tipe anak yang tahan dingin. Dia tidak mau memakai selimut tersebut. Pada saat menonton film, Wening biasanya mudah merasa bosan. Ia suka sekali mengganti-ganti film yang ia tonton. Maka dari itu, saya menyiapkan youtube anak agar ia bisa ikut menikmati tontonannya sendiri. Awalnya, ia memang bisa menikmati film yang kami tonton. Ia bahkan sempat ikut tertawa ketika penonton lain tertawa. Tetapi lama-lama ia bosan dan beralih ke youtube anak. Saya rasa tidak masalah apabila ia dapat menikmatinya. Memberikan tontonan youtube juga tidak terlalu jadi masalah asal kita, sebagai orang tua tetap membatasinya. Semua yang berlebihan memang tidak baik.
Wening menonton youtube anak, di dalam bioskop
Wening menonton youtube anak di dalam bioskop

Mengajak untuk Pipis di Toilet Sebelum Masuk ke Studio Bioskop

Sebelum masuk ke dalam studio bioskop, saya terlebih dahulu mengajak Wening untuk pipis di toilet. Wening memang sudah terbiasa pipis dan pup di toilet. Dia tidak pernah memakai pampers lagi. Maka dari itu, saya mengajak Wening pipis terlebih dahulu agar Wening tidak terlalu sering bolak-balik ke toilet. Terbukti ia hanya meminta pipis sekali saja. Saya dan suami pun tidak perlu terlalu sering mondar-mandir. Kami bisa menikmati film sampai selesai. 

Kesiapan dan persiapan anak sebelum diajak menonton film di bioskop memang berbeda-beda tergantung bagaimana karakter anak. Namun yang paling penting sebagai orang tua kita harus melihat bagaimana kesiapan anak kita dan kita harus memberikan sounding agar anak kita siap apabila diajak menonton film. Usahakan untuk membuat anak nyaman dan hindari hal-hal yang dapat mengganggu penonton lain karena bagaimana pun penonton lain pasti ingin acara menontonnya tidak terganggu oleh hal apapun. Kita harus lebih dahulu mengerti orang lain untuk dapat dimengerti oleh orang lain. Mengajak keluarga menonton film bioskop bersama-sama itu menyenangkan. Tidak ada salahnya apabila semua bisa merasa nyaman dan senang. Tidak ada alasan untuk tidak meluangkan waktu bersama keluarga.