Baby brain sebenarnya merupakan tipe sindrom bagi ibu hamil yang dapat berlanjut sampai ketika sudah melahirkan. Ciri-cirinya antara lain adalah sering merasa lupa dimana tempat kita menaruh barang, lupa mau melakukan apa, atau bahkan lupa jadwal-jadwal penting. Selain menjadi pelupa, baby brain juga ditunjukkan dengan sikap ibu yang menjadi kurang fokus dalam melakukan sesuatu. Hal seperti ini memang sangat wajar dialami ibu hamil. Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan baby brain yang juga saya alami sendiri. Saya bahkan termasuk terlambat menyadarinya. Saya baru tahu ketika saya sudah melahirkan Wening. Efek baby brain masih muncul sampai sekarang.

Terlalu Banyak Pikiran

Baby brain pada umumnya disebabkan karena ibu hamil terlalu mencemaskan banyak hal. Terlalu banyak yang harus dipikirkan ibu hamil baik tentang kehamilan, kondisi janin, persiapan kelahiran, persiapan memiliki anak, dan kegiatan lainnya. Terlebih ketika sudah melahirkan akan lebih banyak yang harus dipikirkan sehingga pikiran menjadi terlalu terbebani. Hal ini menyebabkan segala hal yang kurang penting menjadi terlupakan.

Terlalu Banyak Kegiatan

Ibu hamil biasanya memiliki banyak kegiatan tambahan, seperti kontrol rutin ke dokter kandungan, senam hamil, mempersiapkan barang-barang dan bahkan uang untuk kelahiran bayi nanti. Selain itu, ibu juga harus tetap melakukan kegiatan sehari-hari yang biasanya dilakukan. Kegiatan akan semakin bertambah ketika sudah melahirkan karena harus mengurus anak. Banyaknya kegiatan ini membuat ibu menjadi kurang memiliki waktu untuk menikmati me time sehingga bisa jadi merasa lelah. Rasa lelah inilah yang akhirnya menyebabkan ibu menjadi kurang fokus.

Kurang Tidur dan Kurang Bisa Menikmati Waktu

Semakin tua umur kandungan, ibu hamil akan semakin merasa lelah, sesak, dan tidak nyaman karena kandungannya akan semakin besar. Hal ini menyebabkan ibu hamil menjadi kesulitan tidur. Butuh waktu yang lama untuk menemukan posisi yang nyaman untuk tidur. Ibu hamil kerap kali harus begadang karena sulit tidur. Kurang tidur ini akan terus berlanjut sampai ketika sudah memiliki anak. Ibu harus terbangun di malam hari karena rata-rata anak akan sedikit rewel di malam hari. Kegiatan yang menyita waktu membuat ibu juga menjadi kurang bisa menikmati waktu. Ibu jadi kurang memiliki waktu untuk sekedar bersenang-senang, merawat diri, atau bahkan berjalan-jalan. Hal ini membuat ibu cenderung merasa kurang bahagia, gampang merasa lelah, serta bosan. Pikiran ibu akan merasa suntuk sehingga hal-hal lain menjadi terlupakan. Ibu juga akan menjadi kurang fokus dalam melakukan kegiatannya karena lelah akibat kurang tidur.

Bisa jadi sebagai seorang ibu, kita akan merasa bingung kenapa kita menjadi pelupa dan kurang fokus. Padahal daya ingatan sebelum hamil dulu bisa jadi sangat bagus. Kita lantas berpikiran bahwa hal ini disebabkan oleh umur. Padahal terlalu muda bagi kita untuk menjadi pikun. Sindrom ini datang karena memang banyak yang harus dipikirkan dan dilakukan oleh ibu, baik oleh ibu hamil maupun ibu yang sudah melahirkan. Semakin lama beban pikiran kita akan semakin banyak dan sindrom ini akan semakin melekat apabila kita tidak menyadarinya. Sadari ciri-ciri dan beberapa faktor penyebabnya agar kita dapat menghindari dan juga bahkan mengatasinya.