Cara Mengatur Keuangan Keluarga, ibuknyawening
Dalam hidup, setiap orang pasti memiliki masalah yang berbeda-beda. Masalah utama yang kerap dialami oleh banyak orang adalah masalah keuangan. Tidak hanya orang-orang bergaji rendah, orang-orang dengan gaji yang besar pun kerap kali mengalami masalah keuangan. Bahkan dalam sebuah pernikahan, masalah yang umum terjadi dan bahkan bisa menjadi "bencana" adalah masalah keuangan. Saya sendiri sempat merasa ragu ketika pertama kali memutuskan untuk resign dari pekerjaan saya. Saya khawatir terutama pada saat itu saya dan suami akan memiliki anak. Tanggungan pastinya akan semakin besar terlebih lagi kami masih mengontrak rumah. Oleh karena itu, saya akhirnya mencoba beberapa cara untuk mengatur keuangan keluarga. Beberapa kali saya merasa pengeluaran saya semakin banyak dan saya tidak bisa menyisihkan uang untuk ditabung. Setelah berkali-kali mencoba mengatur keuangan, saya akhirnya menemukan cara agar saya bisa menabung. Bertepatan dengan tulisan saya ini, tadi pagi saya juga kebetulan melihat channel youtube dari Raditya Dika tentang 15 Tips Mengatur Duit ala Raditya Dika. Beberapa cara yang dilakukan oleh Raditya Dika memang sama dengan cara yang saya lakukan selama ini. Namun, ada beberapa versi yang berbeda karena menurut saya tidak bisa saya aplikasikan di keuangan saya. Penghasilan yang jauh berbeda mendasari perbedaan ini. Raditya Dika pastinya memiliki penghasilan yang jauh berbeda dengan kebanyakan orang. Maka dari itu saya memutuskan untuk menulis cara mengatur keuangan versi saya agar orang-orang yang memiliki penghasilan dan gaji yang standart bisa mencoba mengaplikasikannya. Cara mengatur keuangan menurut versi saya, yaitu: 

Menyisihkan Uang Setiap Kali Gaji Cair

Setiap kali gaji suami saya cair, saya akan segera membagi gaji suami saya menurut budget pengeluaran kami. Saya sudah mematok berapa uang untuk saya belanja, untuk suami, dan untuk kebutuhan lainnya. Sisanya akan langsung saya transfer ke rekening khusus untuk menabung. Saya memang memiliki dua rekening. Rekening untuk kebutuhan bulanan dan rekening untuk menabung. Rekening untuk menabung ini kadangkala terpakai untuk kebutuhan mendesak namun tetap uang yang ingin ditabung akan lebih aman. Apabila tidak dipisah, biasanya akan lebih mudah terpakai.

Membayar Kebutuhan Bulanan, Cicilan, dan Hutang

Selain langsung menyisihkan uang untuk ditabung, saya akan langsung membayar tagihan bulanan, seperti air, listrik, beras, BPJS, arisan, cicilan atau bahkan hutang. Membayar hutang harus dilakukan pertama kali. Jangan khawatir uang bulanan kita akan tidak cukup karena membayar hutang. Membayar hutang merupakan suatu kewajiban yang harus didahulukan. Dengan membayar hutang, saya percaya rejeki akan semakin lancar.

Mengikuti Arisan

Salah satu cara agar kita dapat menabung secara pasti adalah dengan mengikuti arisan. Tidak semua arisan saya ikuti. Saya akan mengikuti arisan yang tidak mewajibkan pesertanya untuk bertemu alias secara online karena biasanya pengeluaran justru akan keluar lebih banyak apabila kita mengikuti arisan dengan cara pertemuan. Berkumpul dengan teman itu perlu dan dapat menjaga silaturahmi tapi arisan ini saya niatkan untuk menabung jadi saya lebih memilih untuk mengikuti arisan online saja. Pilihlah arisan yang memang terpercaya. Ketika mengikuti arisan, setiap bulan kita akan menyisihkan uang untuk membayar arisan. Ada atau tidaknya kita pasti berusaha menyisihkan terlebih dahulu. Secara tidak langsung kita pun seperti dipaksa untuk menabung. Ini merupakan cara yang paling efektif bagi saya karena uang arisan tidak akan terpakai walaupun kita butuh. Kalau uang arisan cair di awal bisa dibilang kita seperti berhutang karena harus menyicil sisanya setiap bulan. Namun kalau kita mendapatkan uang arisan di akhir, bisa dibilang kita sama seperti menabung. Saya sendiri lebih suka apabila dapat jatah arisan di akhir. Daripada menabung sendiri, ikut arisan akan lebih terasa memudahkan.

Mendaftar BPJS atau Asuransi Kesehatan Lainnya

Biasanya setiap perusahaan akan memfasilitasi BPJS atau jenis asuransi kesehatan lain untuk pegawainya. Keluarga ini seperti istri dan anak juga ikut ditanggung. Nikmati fasilitas tersebut. Jadi, sewaktu-waktu apabila ingin kontrol kesehatan, sakit, atau bahkan keperluan melahirkan kita dapat menggunakannya. Apabila perusahaan tidak memfasilitasi, kita bisa mendaftar sendiri. Pilihlah fasilitas asuransi kesehatan yang sesuai dengan budget kita. Biaya berobat bisa dibilang cukup mahal. Fasilitas ini bisa terasa sangat membantu apabila kita benar-benar membutuhkannya nanti.

Mendownload Aplikasi Mengatur Keuangan

Saya sudah mencoba beberapa aplikasi mengatur keuangan di playstore. Salah satu aplikasi yang paling sesuai, mudah, dan lengkap menurut saya adalah aplikasi Fast Budget - Expense & Money Manager. Aplikasi ini sangat membantu mengatur dan mencatat setiap pemasukan dan pengeluaran kita. Kita juga bisa mencatat jumlah uang yang ada di tabungan satu dengan tabungan yang lain secara terpisah melalui aplikasi ini. Selain itu, kita bisa menganggarkan budget pengeluaran kita sehingga kita tahu apakah pengeluaran kita sudah sesuai atau bahkan malah melebihi budget.

Mengalokasikan Beberapa Bagian dari Tabungan untuk Berjualan

Raditya Dika di channel youtubenya sempat mengatakan untuk menambah penghasilan sebanyak-banyaknya. Penghasilan yang dimaksud berbeda dengan gaji. Penghasilan bisa didapat dari berjualan, berinvestasi, atau usaha lain selain dari gaji bulanan kita. Hal itu juga saya lakukan. Selain mengurus anak, saya juga membuat usaha online kecil-kecilan. Saya membeli barang-barang promo lalu menjualnya kembali. Saya juga meneruskan usaha berjualan buku yang saya dan suami lakukan sewaktu pacaran dulu. Selain itu, saya juga kerap kali menerima jasa design poster. Beberapa penghasilan saya dapat digunakan untuk menutup kebutuhan dadakan di keluarga kami sehingga uang di rekening khusus menabung tidak terpakai. Sisanya bahkan bisa digunakan sebagai tambahan tabungan. 

Meminimalkan Pengeluaran

Kami berusaha meminimalkan pengeluaran kami. Sebisa mungkin pengeluaran jauh di bawah penghasilan kami sehingga uang yang ditabung akan semakin banyak. Kebutuhan yang dirasa kurang penting sebisa mungkin akan kami pangkas.
 

Membeli Barang-barang yang Dibutuhkan

Sama halnya dengan poin yang Raditya Dika katakan, saya juga menerapkan hal ini. Saya membeli barang-barang yang memang saya butuhkan. Saya tidak akan membeli karena gengsi semata karena memang itu tidak perlu. Saya tidak peduli bagaimana pendapat orang lain selama saya nyaman dan tidak merugikan orang lain kenapa tidak?

Membeli Barang dengan Harga Promo dan Membandingkan Harga Terlebih Dahulu

Ketika saya ingin membeli sesuatu, saya tidak akan terburu-buru untuk membelinya. Saya akan mencoba membandingkan harga dari satu toko ke toko lainnya. Biasanya saya membandingkan di beberapa marketplace. Setelah mendapatkan harga yang pas, saya akan membelinya dengan voucher gratis ongkir dan diskon maupun cashback agar bisa mendapatkan harga yang lebih murah lagi. Selain itu, untuk kebutuhan yang benar-benar pokok dan selalu dibutuhkan seperti minyak goreng, sabun, pasta gigi, dan juga kebutuhan dasar lainnya, saya akan membeli langsung dengan jumlah banyak karena barang-barang itu memang pasti akan selalu dibutuhkan. Biasanya minimarket tertentu juga akan membelikan cashback dengan minimal pembelian tertentu dan memakai metode pembayaran tertentu. Saya membeli barang-barang tersebut baik secara online maupun ke toko langsung sesuai dengan promo yang sedang berlangsung. Kadang bahkan saya harus rela untuk berebut promo via online karena promonya biasanya terbatas.

Jalan-jalan dan Makan Bersama Keluarga Menggunakan Promo

Ketika ada promo makan baik itu diskon, cashback, maupun gratis, saya dan keluarga akan langsung memakai promo tersebut. Biasanya promo diberikan oleh aplikasi "dompet online". Saat ini banyak aplikasi serupa yang mengadakan promo besar-besaran. Untuk berhemat biasanya kami menggunakan HP kami masing-masing untuk memaksimalkan promo. Selain itu, kami juga akan mencari promo terbaik ketika kami hendak berjalan-jalan keluar kota sehingga kami tetap bisa menikmati liburan bersama keluarga dengan budget yang minim. Jadi, kita bisa tetap menikmati liburan keluarga tanpa perlu merasa terlalu pusing melihat tabungan yang berkurang banyak. Liburan dan menikmati waktu luang bersama keluarga juga penting agar hubungan dan pikiran kita tetap sehat.

Menghindari Kartu Kredit

Saya dan suami sudah sepakat untuk menghindari kartu kredit. Walaupun mungkin kita hanya akan memakainya ketika perlu saja, namun saya khawatir apabila saya tidak bisa mengatur pengeluaran saya. Wajar apabila seseorang menjadi lebih konsumtif apabila memiliki kartu kredit karena ketika tidak ada uang yang cukup, kartu kredit bisa jadi solusi utama. Pengeluaran menjadi semakin bertambah karena kita bisa membeli apapun walaupun saat itu pengeluaran sudah banyak dan uang sudah semakin menipis. Saya tidak mau kalau pada akhirnya ini menjadi malapetaka. Banyak yang mengalami hal serupa ketika tagihan semakin membengkak dan tidak sesuai dengan penghasilan dan pengeluaran yang dibutuhkan.

Semua cara yang saya lakukan tersebut tentu tidak lepas dari persetujuan suami saya juga. Hal ini juga diungkapkan oleh Raditya Dika. Kita perlu untuk menyamakan pikiran soal keuangan dengan pasangan kita agar bisa sama-sama mengatur keuangan dengan baik. Berapapun gaji yang dihasilkan, usahakan untuk tetap mengatur keuangan. Sisihkan uang untuk ditabung agar bisa dipakai pada kebutuhan mendesak atau kebutuhan penting lainnya karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi nanti. Selain meminimkan pengeluaran dan mengalokasikan sebagian besar di tabungan, sebaiknya juga tetap sisihkan uang untuk menikmati liburan, berjalan-jalan, atau bahkan makan di luar bersama keluarga. Tidak ada alasan untuk tidak melakukannya karena ada banyak promo yang bisa kita gunakan selama kita mau mencari informasi. Apalagi di jaman sekarang banyak aplikasi yang sedang "bakar-bakar uang", menebar promo sebanyak-banyaknya. Nikmati itu semua selagi kita bisa. Bisa jadi cara yang saya lakukan akan sulit dilakukan oleh orang lain sama halnya dengan beberapa tips dari Raditya Dika yang terasa sulit bagi saya. Tapi sesuaikan cara-cara tersebut dengan penghasilan, kebutuhan, pengeluaran, dan bahkan kenyamanan kalian masing-masing. Hidup hemat bukan berarti pelit. Hidup hemat bukan berarti tidak bahagia. Kita tetap bisa berbagi kepada orang lain termasuk keluarga terdekat. Bahagia bisa dicari dengan berbagai cara.

Berapapun penghasilan yang kita dapatkan tidak akan terasa cukup apabila kita tidak dapat mengaturnya. Banyak atau sedikitnya penghasilan tidak menjamin apa-apa. Ada orang yang berpenghasilan banyak tapi tidak dapat mengatur keuangan dan memiliki hutang dimana-mana sehingga berakhir tidak bahagia. Ada juga yang berpenghasilan pas-pasan tapi pengeluarannya tidak sejalan dengan gaji dan tidak berusaha mencari penghasilan lainnya sehingga selalu merasa kekurangan. Semua tergantung bagaimana cara kita mengatur keuangan kita sendiri. Jangan sampai masalah keuangan menjadi malapetaka bagi kita terutama bagi pasangan suami-istri. Kita harus bisa mengatur pengeluaran, penghasilan, dan tabungan sesuai kebutuhan kita.