Kemampuan berbicara pada anak merupakan salah satu kemampuan yang paling dinantikan para orang tua, selain kemampuan berjalan tentunya (baca selengkapnya Cara Menstimulasi Kemampuan Berjalan Pada Anak). Setiap orang tua mengharapkan anaknya cepat bisa berbicara, sekedar memanggil ayah-ibu atau bahkan bisa diajak berbicara dua arah. Umumnya kemampuan berbicara pada anak dimulai ketika anak berumur kurang dari enam bulan, anak sudah mulai merespon ke arah sumber bunyi. Lalu ketika berumur satu tahun anak umumnya sudah bisa mengucapkan 3-5 kata yang belum jelas pengucapannnya. Pelafalan yang paling mudah diucapkan anak pertama kali, yaitu ayah, mama, baba, mimik, dan beberapa kata lainnya. Pada saat anak berumur dua tahun, biasanya terjadi ledakan bahasa. Setiap hari anak akan bisa mengucapkan kosa kata baru. Anak juga sudah mulai bisa diajak berbicara dua arah. Menjawab apabila diajak berbicara atau bahkan merespon ketika sedang disuruh melakukan sesuatu. Orang tua bisa memberikan beragam stimulasi demi bisa mengasah kemampuan berbicara pada anak.
Mengajak Anak Berbicara Sejak Bayi
Sejak anak baru lahir, kita sudah bisa mengajaknya berbicara. Kita bisa membiasakan berbicara kepada anak tentant hal-hal yang sedang atau akan kita lakukan bersama anak sehingga terbangun juga kedekatan antara orang tua dan anak. Ketika mengajak anak berbicara, berikan intonasi yang dapat menarik anak.
Mengajak Anak Membaca Buku
![]() |
| Wening membaca buku cerita |
Membacakan buku cerita bisa dilakukan sejak dini. Sejak baru lahir, anak bisa diceritakan buku cerita yang ringan dan tidak mudah rusak, seperti buku bantal atau boardbookd berukuran kecil. Ketika anak berusia sekitar enam bulan, kita bisa menggunakan boardbook yang agak besar. Nantinya pada saat anak berumur satu tahun, kita bisa berikan buku dengan kertas biasa apabila anak sudah paham bagaimana cara menjaga buku. Membaca buku juga dapat mengasah daya imajinasi pada anak. Anak akan merasa senang sekali apabila dibacakan buku cerita. Membaca buku cerita juga dapat menambah rasa percaya diri anak untuk ikut bercerita juga nantinya.
Mengajak Anak Bernyanyi Bersama
Bernyanyi bersama merupakan permainan yang sangat menyenangkan bagi anak. Anak akan merasa senang dan mulai mengerti kata-kata baru dari lagu yang dinyanyikan. Dengan bernyanyi, kosakata baru tersebut akan lebih mudah dilafalkan anak.
Memberikan Pertanyaan Kepada Anak
Selain mengajak anak berbicara, orang tua juga bisa mengajukan pertanyaan kepada anak. Lama kelamaan anak akan berusaha merespon pertanyaan yang diajukan padanya. Pertanyaan yang paling mudah adalah pertanyaan dengan jawaban ya atau tidak, misalnya Wening lapar? Wening mau minum?. Pertanyaan seperti itu lebih mudah direspon oleh anak karena hanya perlu menjawan atau tidak. Mungkin awalnya anak hanya menjawab dengan anggukan atau gelengan saja. Namun hal ini wajar. Lama kelamaan anak akan mulai menjawab dengan kata-kata. Setelah bisa menjawab pertanyaan yang mudah, kita juga bisa bertahap memberikan pertanyaan yang agak sulit.
Memberikan Perintah Kepada Anak
Ketika anak berusia setahun ke atas, anak akan lebih mudah mengerti dan merespon perintah yang diberikan kepadanya. Awalnya ketika memberikan perintah, misalnya mengambil sesuatu kita bisa membantu menunjukkan barang yang harus diambil terlebih dahulu. Sehingga anak lama kelamaan mulai mengerti tentang perintah yang kita berikan. Lama kelamaan ia akan langsung melakukannya tanpa perlu kita bantu lagi.
Bermain Puzzle dan Kartu Benda
![]() |
| Wening bermain puzzle buah-buahan |
Bermain puzzle dan kartu benda akan menyenangkan bagi anak. Orang tua bisa menemani anak bermain sambil menyebutkan benda-benda di puzzle atau kartu benda tersebut. Anak akan menyimpan memori tentang gambar dan nama benda tersebut sehingga nantinya anak bisa mulai menunjukkan benda yang kita maksud atau bahkan mengucapkan nama benda tersebut. Paling mudah biasanya kita bisa memilih puzzle atau kartu benda bergambar hewan, sayur, buah-buahan, atau bahkan benda-benda yang ada di sekeliling kita.
Bermain menunjuk Benda
![]() |
| Wening menunjuk hewan di poster |
Setelah mulai mengetahui nama benda, anak bisa diajak bermain menunjukkan benda yang telah disebutkan. Benda yang disebutkan bisa benda yang berada di sekeliling atau juga bisa melalui media poster gambar. Selain menunjuk benda, kita juga bisa mengajak untuk menunjuk orang di rumah melalui panggilannya atau juga menunjuk anggota tubuh anak. Dari permainan ini, anak lama kelamaan juga bisa mengatakan nama benda, menyebut orang, atau bahkan menyebut anggota tubuhnya sambil menunjuk ke arah yang ia maksud. Ia juga akan mulai menunjuk sambil mengatakan apa yang ia inginkan ketika menginginkan sesuatu.
Orang tua perlu meluangkan banyak waktu kepada anak demi mengasah kemampuan berbicara pada anak. Orang tua perlu mengajak anak berkomunikasi sejak ia kecil sehingga hal ini akan merangsang anak untuk merespon kita juga. Tahap perkembangan setiap anak memang berbeda-beda. Namun sebagai orang tua kita harus tetap memberikan stimulasi kepada anak. Jangan lupa juga untuk memberikan pujian setiap kali ia bisa mengatakan sesuatu. Ketika ia salah dalam mengucapkan sesuatu atau bahkan belum jelas mengatakannya, kita tidak boleh mengikuti cara berbicaranya yang salah. Kita harus membenarkannya sehingga ia tahu bahwa apa yang dia ucapkan belum benar. Dengan begitu ia akan belajar mengucapkan pelafalannya dengan benar. Berikan ia semangat agar ia dapat percaya diri saat ia berusaha mengatakan kosakata baru. Pada akhirnya nanti anak akan bisa kita ajak mengobrol bersama. Bahkan anak akan sering mengajukan pertanyaan tentang hal-hal di sekitarnya hingga bisa jadi kita kesulitan menjawabnya. Nikmati setiap proses anak dan terus berikan dukungan di setiap perkembangan yang telah ia lalui.





2 Komentar
Mantull bener nih tipsnya,, Kang Sayur terkejud terheran heran sampek
BalasHapusMakasih banyak. Semoga bermanfaat ya
Hapus