Kompres dengan Air Hangat
Ketika suhu tubuh anak mulai naik, kompres badan anak dengan air hangat. Basuh seluruh tubuh termasuk bagian lipatan tubuh dengan handuk kecil yang dibasahi air hangat. Lakukan hingga suhu tubuh anak agak turun. Biasanya Wening akan marah apabila dikompres, jadi biasanya saya melakukannya dengan cara mengompres sambil memeluknya.
Berikan Pakaian yang Nyaman
Ketika anak sakit, terkadang orang tua akan memberikan baju berlapis-lapis padahal justru itu membuat anak menjadi tidak nyaman. Berikan baju yang nyaman dan tidak membuat anak semakin gerah. Apabila memiliki AC, nyalakan AC agar anak merasa nyaman. Apabila tidak, kipas angin juga boleh dinyalakan namun jangan terkena badan anak langsung. Usahakan anak merasa senyaman mungkin dan tidak merasa gerah atau semakin kepanasan.
Baluri Badan Anak dengan Minyak Kutus Kutus
![]() |
| Minyak Kutus Kutus |
Berikan Obat Paracetamol
![]() |
| paracetamol sirup dan puyer dari puskesmas |
Sedia Termometer di Dekat Anak
![]() |
| termometer |
Memberikan ASI untuk Anak yang Masih Meminum ASI
Ketika Wening belum menyapih, saya akan memeluknya dan memberikan ASI selama ia merasa demam. Pendekatan ini membuat anak merasa lebih nyaman dan ASI menjaga agar panasnya tidak semakin tinggi. Saya sudah beberapa kali membuktikannya. Keajaiban ASI tidak tergantikan dengan yang lain. Biasanya ketika anak sakit, anak juga tidak mau makan. Sebagai gantinya saya akan lebih sering memberikan ASI dan memberikan ia cemilan yang ia sukai.
Memberikan Vitamin untuk Daya Tubuh Anak
![]() |
| vitabumin |
Membawa Anak ke Puskesmas
Biasanya saat anak demam, keesokan paginya saya akan membawa anak saya ke puskesmas. Agar tidak mengantri terlalu lama, saya akan mendaftar melalui aplikasi e-health begitu saya tahu Wening sakit demam (baca selengkapnya E-health, Berobat Mudah Tanpa Antri Panjang di Surabaya). Di puskesmas, biasanya Wening akan mendapatkan obat puyer paracetamol yang digunakan untuk menurunkan panas Wening.
Membawa Anak ke Rumah Sakit
Apabila selama tiga hari tidak kunjung sembuh, saya biasanya langsung membawa Wening ke rumah sakit melalui jalur IGD. Di sana biasanya Wening akan diajak untuk tes darah. Tes darah diperlukan untuk mengetahui lebih lanjut penyakit apa yang diderita anak. Apakah anak perlu mendapatkan penanganan khusus, seperti di opname atau tidak. Selain itu, dokter juga memberikan obat antibiotik dan obat paracetamol khusus yang cara menggunakannya dimasukkan ke dalam dubur. Selama ini, saya tidak pernah menggunakan obat tersebut karena merasa belum perlu menggunakannya dan dokter hanya mempersilakan saya untuk membawa pulang obat tersebut sebagai persediaan di rumah. Apabila demam anak semakin tinggi obat ini bisa digunakan. Obat ini bisa menghindari kejang pada anak.
Biasanya setelah pulang dari rumah sakit dan meminum obat dari rumah sakit, demam Wening akan turun. Sakit yang beberapa hari ia alami juga berangsur-angsur sembuh. Kondisi tubuhnya membaik. Setelah sehat kembali, saya dan suami juga semakin merasa lega. Kami tidak perlu merasa panik. Memang ketika anak sakit, seharusnya orang tua tidak perlu merasa panik. Orang tua harus sigap dalam mengatasi penyakit anak. Apabila ragu dan tidak tahu harus berbuat apa, sebaiknya konsultasikan ke dokter agar orang tua tahu penanganan apa yang harus dilakukan untuk anak. Sehingga kita hal yang sama nantinya terulang kembali, orang tua dapat dengan sigap menanganinya. Kita tentu tidak ingin anak sakit lagi. Tetapi mencegah lebih baik bukan? Sebaiknya siapkan obat-obat penting di rumah dan juga siapkan termometer untuk jaga-jaga apabila anak tiba-tiba sakit. Yang terpenting jangan panik. Segera lakukan yang terbaik.







0 Komentar