mengatasi demam pada anak, tanpa panik, ibuknyawening
Setiap orang tua mudah sekali panik apabila anak demam tinggi apalagi kalau demamnya berlangsung selama berhari-hari. Hal inilah yang saya dan suami saya rasakan ketika Wening demam tinggi. Wening memang kerap kali mengalami demam tinggi selama berhari-hari bahkan bisa dibilang selama seminggu. Segala macam upaya sudah kami lakukan sampai akhirnya demamnya turun. Beberapa kali menghadapi hal yang sama, tidak membuat rasa panik kami menghilang. Kami tetap saja merasa panik setiap demamnya naik. Padahal sebagai orang tua, kita tidak boleh merasa panik karena dengan penanganan yang tepat tidak akan terjadi apa-apa dengan anak kita.

Kompres dengan Air Hangat

Ketika suhu tubuh anak mulai naik, kompres badan anak dengan air hangat. Basuh seluruh tubuh termasuk bagian lipatan tubuh dengan handuk kecil yang dibasahi air hangat. Lakukan hingga suhu tubuh anak agak turun. Biasanya Wening akan marah apabila dikompres, jadi biasanya saya melakukannya dengan cara mengompres sambil memeluknya.

Berikan Pakaian yang Nyaman

Ketika anak sakit, terkadang orang tua akan memberikan baju berlapis-lapis padahal justru itu membuat anak menjadi tidak nyaman. Berikan baju yang nyaman dan tidak membuat anak semakin gerah. Apabila memiliki AC, nyalakan AC agar anak merasa nyaman. Apabila tidak, kipas angin juga boleh dinyalakan namun jangan terkena badan anak langsung. Usahakan anak merasa senyaman mungkin dan tidak merasa gerah atau semakin kepanasan.


Baluri Badan Anak dengan Minyak Kutus Kutus

Minyak Kutus-kutus, mkk
Minyak Kutus Kutus
Apabila memiliki persediaan MKK di rumah, sebaiknya baluri badan anak dengan MKK karena MKK dapat membantu menurunkan demam pada anak. Balur MKK di tubuh anak sembari berikan pijatan yang pelan sehingga anak juga merasa nyaman (baca selengkapnya Minyak Kutus Kutus, Satu Minyak dengan Sejuta Manfaat untuk Sekeluarga).

Berikan Obat Paracetamol

paracetamol, sirup, puyer, puskesmas
paracetamol sirup dan puyer dari puskesmas
Ketika demam semakin tinggi, biasanya ketika sudah sekitar 38 derajat ke atas, saya akan langsung memberikan obat paracetamol. Dosis yang diberikan sesuai dengan umur dan berat badan anak. Anak-anak biasanya lebih mudah untuk minum obat berbentuk sirup. Namun Wening tidak demikian. Ia tidak suka obat berbentuk sirup. Berkali-kali ia menolak. Ia lebih suka obat puyer dari puskesmas sehingga saya biasanya menyetok obat puyer yang biasanya didapatkan dari puskesmas.

Sedia Termometer di Dekat Anak

termometer
termometer
Ketika anak sakit, saya akan selalu menemani di sampingnya dan sedia termometer untuk rutin mengecek suhu tubuhnya. Jangan mengukur suhu tubuh anak dengan cara "mengira-ngira" melalui tangan. Kita harus sedia termometer karena termometer dapat menunjukkan berapa suhu anak kita. Pengetahuan suhu ini, entah naik atau pun turun dapat menjadi patokan kapan kita harus memberikan obat dan kapan kita harus memberikan kompres air hangat.

Memberikan ASI untuk Anak yang Masih Meminum ASI

Ketika Wening belum menyapih, saya akan memeluknya dan memberikan ASI selama ia merasa demam. Pendekatan ini membuat anak merasa lebih nyaman dan ASI menjaga agar panasnya tidak semakin tinggi. Saya sudah beberapa kali membuktikannya. Keajaiban ASI tidak tergantikan dengan yang lain. Biasanya ketika anak sakit, anak juga tidak mau makan. Sebagai gantinya saya akan lebih sering memberikan ASI dan memberikan ia cemilan yang ia sukai.

Memberikan Vitamin untuk Daya Tubuh Anak 

vitabumin
vitabumin
Ketika Wening sakit, saya tetap memberikan vitamin yang biasa diminum Wening. Vitabumin merupakan vitamin berbentuk madu yang biasa saya berikan untuk Wening. Madu sangat baik untuk tubuh. Madu juga bisa dipakai sebagai pengganti asupan makanan yang berkurang karena anak sulit makan atau tidak nafsu makan akibat sakit (baca selengkapnya Vitabumin, Vitamin Penambah Nafsu Makan Anak).

Membawa Anak ke Puskesmas

Biasanya saat anak demam, keesokan paginya saya akan membawa anak saya ke puskesmas. Agar tidak mengantri terlalu lama, saya akan mendaftar melalui aplikasi e-health begitu saya tahu Wening sakit demam (baca selengkapnya E-health, Berobat Mudah Tanpa Antri Panjang di Surabaya). Di puskesmas, biasanya Wening akan mendapatkan obat puyer paracetamol yang digunakan untuk menurunkan panas Wening.

Membawa Anak ke Rumah Sakit

Apabila selama tiga hari tidak kunjung sembuh, saya biasanya langsung membawa Wening ke rumah sakit melalui jalur IGD. Di sana biasanya Wening akan diajak untuk tes darah. Tes darah diperlukan untuk mengetahui lebih lanjut penyakit apa yang diderita anak. Apakah anak perlu mendapatkan penanganan khusus, seperti di opname atau tidak. Selain itu, dokter juga memberikan obat antibiotik dan obat paracetamol khusus yang cara menggunakannya dimasukkan ke dalam dubur. Selama ini, saya tidak pernah menggunakan obat tersebut karena merasa belum perlu menggunakannya dan dokter hanya mempersilakan saya untuk membawa pulang obat tersebut sebagai persediaan di rumah. Apabila demam anak semakin tinggi obat ini bisa digunakan. Obat ini bisa menghindari kejang pada anak.
paracetamol dari dubur
paracetamol dari dubur
Biasanya setelah pulang dari rumah sakit dan meminum obat dari rumah sakit, demam Wening akan turun. Sakit yang beberapa hari ia alami juga berangsur-angsur sembuh. Kondisi tubuhnya membaik. Setelah sehat kembali, saya dan suami juga semakin merasa lega. Kami tidak perlu merasa panik. Memang ketika anak sakit, seharusnya orang tua tidak perlu merasa panik. Orang tua harus sigap dalam mengatasi penyakit anak. Apabila ragu dan tidak tahu harus berbuat apa, sebaiknya konsultasikan ke dokter agar orang tua tahu penanganan apa yang harus dilakukan untuk anak. Sehingga kita hal yang sama nantinya terulang kembali, orang tua dapat dengan sigap menanganinya. Kita tentu tidak ingin anak sakit lagi. Tetapi mencegah lebih baik bukan? Sebaiknya siapkan obat-obat penting di rumah dan juga siapkan termometer untuk jaga-jaga apabila anak tiba-tiba sakit. Yang terpenting jangan panik. Segera lakukan yang terbaik.