![]() |
| kiat-kiat sukses toilet training |
Popok Tali di Awal Kelahiran Wening
![]() |
| Wening menggunakan popok tali |
Dari awal kelahiran Wening, saya sudah membiasakan untuk sebisa mungkin tidak menggunakan popok sekali pakai diapers. Walaupun selama 3 hari Wening masih harus dirawat di rumah sakit, saya tetap menggunakan popok kain. Memang awal-awal kelahiran akan terasa repot terutama karena bayi baru lahir masih sering pup berwarna kehitaman yang susah sekali dicuci. Tapi dengan menahan sakit jahitan (walaupun saya melahirkan dengan cara normal, tapi jahitannya banyak, bahasa kerennya “diobras”) saya tetap menggunakan popok kain tali untuk anak saya. Terasa merepotkan di awal memang, namun ternyata nantinya akan memudahkan saya ketika Wening sudah mulai belajar toilet training. Kok bisa? Iya karena Wening terbiasa langsung ganti popok kain tali setelah pipis dan pup sehingga dia lebih bisa merasakan risih dengan pup dan pipisnya sendiri.
Celana Kain Sejak Tali Pusar Lepas
![]() |
| Wening menggunakan celana pop |
Sejak tali pusar Wening lepas dan kering, saya mulai beralih ke celana dalam pop biasa. Terlihat sangat merepotkan karena saya harus melakukan rutinitas mencuci minimal tiga kali dalam sehari supaya celana dan baju yang terkena rembesan pipis maupun pup bisa cepat kering dan bisa segera dipakai lagi, namun saya sudah terbiasa melakukannya. Demi mengurangi cucian yang terlalu banyak, saya juga selalu menyiapkan perlak untuk alas tidur Wening sehingga saya tidak perlu mengganti seprei apabila ia mengompol. Dari pagi hingga sore hari, Wening saya pakaikan celana dalam pop biasa. Pada malam hari, saya pakaikan clodi supaya tidur saya dan Wening juga bisa lebih nyenyak. Malam hari memang waktu untuk istirahat yang cukup agar ibu bisa tetap segar menghadapi hari esok. Jadi, saya memutuskan memakaikan clodi di malam hari saja.
Clodi Ketika Intensitas Pipis Semakin Sering dan Banyak
![]() |
| Wening menggunakan clodi |
Semakin bertambahnya usia, intensitas dan jumlah pipis Wening semakin banyak. Akhirnya selain penggunaan di malam hari, saya memutuskan menambah jam pemakaian clodi di pagi hari juga (baca selengkapnya Merk Clodi yang Cocok untuk Anak). Jam pemakaian clodi semakin lama semakin bertambah mengikuti usia Wening. Pemakaian clodi sendiri tidaklah seperti diapera yang bisa dipakai lebih lama. Jangka penggunaannya hanya sebentar saja. Clodi harus lebih sering diganti. Jadi Wening masih terbiasa dan mengerti bagaimana risihnya kalau pipis dan pup di clodi. Ibu pun lama kelamaan semakin merasa repot dengan cucian clodi yang menumpuk. Hal inilah yang melatarbelakangi saya untuk memulai toilet training.
Persiapan Saat Akan Memulai Toilet Training
![]() |
| Klodiz training pants |
Demi mempermudah proses toilet training ini, saya menyiapkan training pants untuk Wening. Training pants sangat berguna karena bisa menampung pipis. Berbeda dengan clodi, training pants hanya dapat menampung sekali pipis saja sehingga anak tetap akan merasa tidak nyaman pipis di celana dan ibu juga tidak perlu khawatir pipis akan berceceran ketika anak mengompol. Training pants yang saya pilih adalah training pants Klodiz. Training pants ini terbuat dari material berkualitas SNI, lapisan dalam terbuat dari katun yang lembut, lapisan penyerap kualitas terbaik, lapisan semi waterproof breathable, free zat warna Azo, free formaldehide, free zat terektrasi. Klodiz adalah produk lokal Indonesia yang kualitasnya terjamin dan nyaman dipakai oleh anak. Setelah lulus toilet training, celana ini tetap dipakai Wening ketika keluar rumah agar saya merasa tenang dan tidak khawatir Wening mengompol. Walaupun memang Wening sudah tidak mengompol lagi. Klodiz ini bisa dibeli di akun instagram @fitsforyoumalang dengan harga sekitar 30 ribu rupiah saja.
![]() |
| Anbebe potty training |
Selain itu, saya juga menyiapkan potty training merk Anbebe. Produk import dari Korea yang bisa digunakan untuk membantu si kecil pup di WC duduk. WC duduk cenderung lebih besar untuk diduduki anak sehingga anak akan merasa kesulitan pup di WC langsung. Potty ini bisa diletakkan di atas WC sehingga bisa membuat WC menjadi pas untuk diduduki anak. Bahan dari potty ini empuk sehingga bisa membuat anak nyaman ketika pup. Potty ini dilengkapi dengan sandaran di belakang dan tonjolan di tengah sehingga dapat melindungi anak agar tidak terjatuh. Walaupun begitu, tetap awasi anak agar lebih aman. Potty ini bisa dibeli di akun instagram @mamake.babyshop dengan harga sekitar 240 ribu rupiah.
Tahapan demi tahapan yang kami lalui memang terlihat lama tapi proses yang bertahap itu menurut saya yang membuat segalanya terasa lebih mudah. Alhamdulilah sebelum berumur dua tahun Wening sudah berhasil lulus dari toilet training. Sekarang saya sudah merasa lega karena terhindar dari cucian yang menumpuk. Berapapun umur anak kita sekarang, saya rasa tidak ada kata terlambat untuk belajar toilet training. Mantapkan hati terlebih dahulu dan percayalah bahwa anak bisa melewatinya. Jangan sampai goyah. Berikan kepercayaan penuh untuk anak. Mengompol dan pup di celana pada awal proses memang sudah biasa. Berikan anak kesempatan lagi. Sounding kembali tentang pipis dan pup di kamar mandi hingga anak mulai mengerti dan terbiasa melakukannya. Percayalah bahwa dia pasti bisa melewatinya. Jangan lupa berikan anak pujian setiap berhasil pipis dan pup di kamar mandi agar ia merasa senang melakukannya. Selamat melewati proses toilet training dan semoga berhasil moms.
Memulai Proses Toilet Training
Proses toilet training menurut saya bisa dilakukan ketika anak sudah bisa dibantu untuk berdiri. Jadi, tidak perlu menunggu anak bisa jongkok terlebih dahulu untuk memulai proses ini. Mengajarkan untuk pipis dan pup di kamar mandi sejak dini lebih memudahkan untuk proses toilet training itu sendiri. Semakin besar, anak akan semakin terbiasa pipis dan pup di clodi, celana, atau pun diapers sehingga akan lebih sulit mengajarkan toilet training. Kebiasaan yang sudah melekat akan lebih menyulitkan untuk diubah bukan? Maka dari itu, lebih cepat lebih baik selama anak dan ibu sudah merasa siap juga. Ibu perlu menyiapkan diri dalam memulai proses toilet training karena yang akan paling merasa kerepotan saat proses toilet training adalah ibu terutama harus lebih sabar ketika anak belum terbiasa untuk pipis dan pup di kamar mandi. Umumnya pada awal proses toilet training, anak masih sering mengompol karena belum terbiasa. Awal-awal bahkan bisa jadi anak akan menangis ketika diajak untuk pipis dan pup di kamar mandi. Ibu harus sabar dan pantang menyerah dalam membimbing anak mengikuti proses toilet training ini. Salah satu hal yang juga penting dilakukan sebelum dan selama proses toilet training adalah sounding. Sounding terus menerus kepada anak akan membuat anak semakin mengerti bagaimana cara mengungkapkan ketika ia ingin pipis atau pup serta bagaimana cara ia menahan pipis atau pup sebelum sampai di kamar mandi. Hal tersebut akan semakin dimengerti dengan cara pembiasaan diri pada anak.Proses Toilet Training
Hal yang pertama saya lakukan dalam memulai proses toilet training adalah mengajarkan pipis di kamar mandi setiap pagi hingga sore hari. Malam hari saya berencana masih tetap memakaikan clodi supaya tidur tetap nyenyak. Awalnya, saya mulai rutin mengajak Wening untuk pipis dengan jangka waktu yang semakin hari semakin lama. Awal mula saya mengajak Wening untuk pipis setiap 5 menit sekali, meningkat jadi 15 menit sekali, setengah jam sekali, satu jam sekali, sampai saya semakin hafal pola waktu Wening untuk pipis. Misalkan setelah minum asi atau air putih Wening selalu bisa diajak untuk pipis. Selama proses itu saya juga mengajarkan Wening untuk mengisyaratkan saya ketika ia ingin pipis. Misalnya mengajarkan pelan-pelan untuk mengatakan pipis. Namun karena Wening belum bisa mengucapkan kata pipis, saya menyuruhnya untuk memegang celana dan menunjuk kamar mandi ketika ingin pipis. Lama-lama ia pun mengerti dan toilet training tahap pertama berhasil. Setelah berhasil mengajarkan pipis di pagi hingga sore hari, Wening pun mulai meninggalkan kebiasaan menggunakan clodi di malam hari. Saya membiasakan dia untuk pipis setiap sebelum tidur (baca selengkapnya Cara Membiasakan Jam Tidur Pada Anak). Selain itu, setelah bangun tidur serta ketika ia tiba-tiba terbangun dari tidur saya juga bergegas mengajaknya untuk pipis. Saya mulai siaga di malam hari. Saya berusaha tidak terlalu lelap agar bisa sigap ketika Wening mulai gelisah di malam hari. Ketika ia menunjukkan gelagat seperti mau bangun minta asi, pelan-pelan saya akan membangunkannya untuk pipis terlebih dahulu. Lama kelamaan ia pun terbiasa dan meminta untuk pipis walaupun sedang mengantuk. Setelah tahap ini juga sukses, Wening yang sudah mulai pakai celana dalam full time akan merasa risih ketika pup di celana. Lama kelamaan ia berinisiatif untuk meminta pup di kamar mandi karena merasa jijik. Sekarang Wening sudah bisa pup baik di WC duduk maupun jongkok. Setelah saya rasa semua sukses. Wening pun mulai meninggalkan diapers ketika keluar rumah. Memang sejak bayi, Wening menggunakan diapers hanya ketika diajak jalan-jalan keluar rumah saja. Setelah mulai terbiasa pipis dan pup di kamar mandi, Wening sama sekali tidak pipis di diapers ketika sedang keluar rumah. Dia menahan pipis selama perjalanan karena sudah merasa tidak nyaman pipis di diapers. Sejak itulah proses toilet training Wening bisa dikatakan berhasil sepenuhnya.Tahapan demi tahapan yang kami lalui memang terlihat lama tapi proses yang bertahap itu menurut saya yang membuat segalanya terasa lebih mudah. Alhamdulilah sebelum berumur dua tahun Wening sudah berhasil lulus dari toilet training. Sekarang saya sudah merasa lega karena terhindar dari cucian yang menumpuk. Berapapun umur anak kita sekarang, saya rasa tidak ada kata terlambat untuk belajar toilet training. Mantapkan hati terlebih dahulu dan percayalah bahwa anak bisa melewatinya. Jangan sampai goyah. Berikan kepercayaan penuh untuk anak. Mengompol dan pup di celana pada awal proses memang sudah biasa. Berikan anak kesempatan lagi. Sounding kembali tentang pipis dan pup di kamar mandi hingga anak mulai mengerti dan terbiasa melakukannya. Percayalah bahwa dia pasti bisa melewatinya. Jangan lupa berikan anak pujian setiap berhasil pipis dan pup di kamar mandi agar ia merasa senang melakukannya. Selamat melewati proses toilet training dan semoga berhasil moms.







2 Komentar
Sepertinya aramis harus mulai latihan juga ini. Trims sahabat.
BalasHapusSama-sama semoga berhasil dengan lancar ya moms
Hapus