Mayoritas ibu pasti mengidamkan untuk bisa memberikan ASI kepada anak selama dua tahun. Apa pun dilakukan demi bisa mencukupi kebutuhan anak. Setelah melewati masa-masa memijat dan membersihkan payudara saat sedang hamil, ibu akan berusaha memberikan ASI sampai dua tahun. Ibu baru biasanya merasa kesulitan karena baru pertama kali menyusui anak. Bagaimana posisi yang nyaman saat menyusui? Bagaimana cara agar anak mau meminum ASI langsung? Bagaimana cara agar anak mau meminum ASI yang sebelumnya sudah dipompa terlebih dahulu dan dimasukkan ke dalam botol? Bagaimana mengatasi lecet pada puting ketika mengASIhi?
MengASIhi pertama kali ketika anak baru lahir
Sesaat setelah melahirkan, kebanyakan dokter kandungan maupun bidan akan meletakkan bayi di atas tubuh ibunya untuk merangsang naluri bayi meminun susu ibunya. Hal yang pertama kali saya rasakan selain rasa bahagia adalah rasa kebingungan. Bagaimana cara saya menyusui pertama kali? Bagaimana cara pelekatan agar saya bisa memberikan ASI? Tidak hanya ibu, bayi baru lahir juga masih kebingungan mencari-cari. Proses yang biasa disebut Inisiasi Menyusui Dini atau disingkat IMD ini sudah banyak dilakukan dokter kandungan maupun bidan. Proses ini biasanya dilakukan ketika dokter atau bidan sedang menjahit dan membersihkan sisa-sisa dari rahim ibu. Memang rasa sakit juga jadi tidak begitu terasa karena dialihkan dengan perasaan bahagia bisa melihat anak yang baru dilahirkan. Saat pertama kali menyusui, saya berkali-kali meminta bantuan perawat untuk mengajari saya menyusui. Saya benar-benar merasa kebingungan tentang bagaimana posisi menggendong bayi saat menyusui dan bagaimana cara pelekatan yang benar. Awal mulanya yang saya rasakan adalah canggung dan sakit. Saya butuh waktu lama untuk proses pelekatan mulut bayi ke puting karena saya belum sepenuhnya terbiasa. Rasa sakit saat pertama kali menyusui juga membuat saya memiliki rasa takut ketika harus menyusui.
Menghadapi trauma akibat lecet, luka, dan mengelupasnya puting
Sebelum terbiasa dalam melakukan pelekatan saat menyusui dan menemukan cara yang nyaman untuk menyusui, saya justru mengalami tantangan yang baru. Puting saya lecet, luka, mulai mengeluarkan darah, bahkan kulit puting menyelupas. Hal tersebut membuat saya semakin merasa kesakitan saat menyusui. Saya benar-benar merasa trauma setiap kali harus menyusui. Beberapa cara sudah saya coba untuk mengurangi rasa sakit tersebut, mulai dari mengolesi puting dengan ASI, madu, hingga cream khusus untuk puting. Namun hal tersebut seperti tidak membawa dampak yang berarti, dan sakit yang saya rasakan tidak kunjung berkurang. Saya juga sempat memompa ASI saya dan memberikan ASI dari botol. Memang sedikit mengurangi sakit, tapi hal itu juga tidak membuat luka saya sembuh. Dari berbagai info yang saya dapatkan, hal ini disebabkan oleh pelekatan yang belum sempurna. Beberapa kali saya mencoba pelekatan yang benar, tapi luka-luka itu tidak juga kunjung sembuh bahkan seolah menjadi lebih parah. Tidak hanya itu, kerap kali saya mengalami “ngeramsemi”. “Ngeransemi” biasanya disertai dengan payudara yang bengkak dan demam. Setelah saya mengalami itu semua, saya menyadari bahwa luka puting yang saya alami membuka lubang ASI yang baru yang bisa memperlancar ASI. Kurang lebih saya melalui proses ini hampir 2 bulan. Setelah luka-luka itu sembuh dan tidak datang lagi, saya mulai menikmati proses mengASIhi.
Posisi yang nyaman untuk menyusui
![]() |
| proses belajar menemukan posisi menyusui yang nyaman |
Kebanyakan ibu baru akan memilih untuk menyusui sambil duduk. Hal ini yang menyebabkan ibu baru mengalami kelelahan karena kurang tidur. Setiap malam, beberapa jam sekali bayi akan meminta ASI. Secara tidak langsung, ibu juga harus begadang untuk menyusui sambil duduk. Belum lagi ketika bayi pipis dan BAB, ibu harus bangun lagi untuk mengganti popok. Setelah Wening berumur sekitar sebulan, saya mulai mencoba menyusui sambil tidur. Awalnya memang sulit, namun akhirnya saya terbiasa dan jadwal tidur saya kembali normal. Ketika Wening menangis meminta ASI di malam hari, saya hanya perlu membuka mata sebentar, melakukan pelekatan, lalu kembali tidur dengan posisi miring. Beberapa ibu merasa takut akan menindih bayinya. Namun menurut saya, naluri ibu akan membuat ibu secara otomatis bersikap hati-hati walaupun dalam posisi tidur. Posisi ini adalah posisi terbaik yang bisa membantu ibu untuk menyusui sampai anak berumur dua tahun. ASI anak tercukupi, ibu tetap tidur dengan cukup juga. Ibu harus tetap tidur yang cukup agar bisa menjalani aktivitas esok dengan semangat.
Selain posisi menyusui saat tidur, kesulitan juga dialami ketika menyusui saat di luar rumah. Rasa canggung pertama kali saya rasakan karena saya merasa malu menyusui di tempat umum. Namun, hal itu bisa diatasi karena saya menggunakan apron menyusui setiap kali akan menyusui. Apron menyusui membuat saya lebih merasakan adanya privasi ketika sedang menyusui. Lambat laun ketika saya sudah mulai terbiasa, apron akan tergantikan dengan kerudung yang saya pakai. Saya mulai terbiasa menutupinya dengan kerudung dan saya berhasil nyaman karena tidak merasa kerepotan lagi.
Selain posisi menyusui saat tidur, kesulitan juga dialami ketika menyusui saat di luar rumah. Rasa canggung pertama kali saya rasakan karena saya merasa malu menyusui di tempat umum. Namun, hal itu bisa diatasi karena saya menggunakan apron menyusui setiap kali akan menyusui. Apron menyusui membuat saya lebih merasakan adanya privasi ketika sedang menyusui. Lambat laun ketika saya sudah mulai terbiasa, apron akan tergantikan dengan kerudung yang saya pakai. Saya mulai terbiasa menutupinya dengan kerudung dan saya berhasil nyaman karena tidak merasa kerepotan lagi.
Menjaga ASI tetap cukup
ASI tidak perlu terlalu banyak, anak hanya perlu butuh asupan ASI yang cukup. Jadi ibu hanya perlu berjuang untuk menjaga kecukupan ASI. Awalnya, saya sempat kesulitan karena ASI saya tergolong kurang. Hal ini menyebabkan berat badan Wening di dua bulan pertama semakin turun. Dokter sempat menyarankan untuk mencoba susu formula. Orang-orang sekitar pun juga menyarankan hal yang sama. Namun saya didukung oleh suami saya bertekad untuk tetap memberikan ASI. Saya berjuang dengan makan-makanan yang cukup, minum yang cukup, dan meminum susu yang dipercaya sebagai asi booster. Di bulan pertama saya memang menjauhi pantangan-pantangan yang katanya tidak boleh dimakan dan diminum ibu menyusui misalnya sambal, petis, dll. Makanan dan minuman yang justru mengunggah selera makan. Ketika saya tahu berat badan Wening menurun, saya mulai bertekad makan apapun yang saya mau karena memang makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh ibu tidak mempengaruhi rasa maupun kualitas ASI. Makan makanan pedas bukan berarti membuat ASI ikut terasa pedas dan bukan berarti bisa membuat bayi sakit perut juga. Selain itu, saya juga meminum ASI booster untuk meningkatkan kualitas ASI saya (baca selengkapnya ASI Booster Andalan Ibu Menyusui). Saya telah mencobanya dan berat badan Wening justru naik. Alhamdulillah Wening juga tumbuh menjadi anak yang sehat. Minum susu yang dipercaya bisa menjadi asi booster itu menurut saya bagus karena ketika kita percaya insyaAllah manfaat yang baik akan kita dapatkan juga dan ketika kita bahagia ASI akan lancar dengan sendirinya. Selain itu, dukungan dari suami juga sangat penting. Suami saya adalah orang yang pertama kali memeluk saya ketika saya merasa lelah dan akan selalu menguatkan saya ketika saya merasa ingin berhenti. Sekali lagi kuncinya adalah ibu harus tetap bahagia agar ASI tetap lancar dan mencukupi kebutuhan anak.
Akan ada banyak suka dan duka yang dialami ibu ketika melewati proses mengASIhi. Tetap nikmati proses itu, tetap nikmati kedekatan dengan anak ketika proses mengASIhi karena dua tahun akan terasa cepat berlalu dan tidak akan terulang lagi. Ketika dua tahun terlewati, percayalah kita akan bisa bangga terhadap diri kita sendiri karena berhasil melewati itu semua. Kita akan bahagia melihat anak tercukupi ASInya dan tumbuh menjadi anak yang sehat.
Akan ada banyak suka dan duka yang dialami ibu ketika melewati proses mengASIhi. Tetap nikmati proses itu, tetap nikmati kedekatan dengan anak ketika proses mengASIhi karena dua tahun akan terasa cepat berlalu dan tidak akan terulang lagi. Ketika dua tahun terlewati, percayalah kita akan bisa bangga terhadap diri kita sendiri karena berhasil melewati itu semua. Kita akan bahagia melihat anak tercukupi ASInya dan tumbuh menjadi anak yang sehat.




0 Komentar